Road Trip to Ujung Genteng & Curug Cikaso

Ketika saya melihat ada libur yang lumayan panjang tanggal 12-15 feb di kalender kerja, langsung terputuskan bahwa saya ingin liburan. Setelah dibicarakan dengan teman-teman, diputuskan untuk berlibur ke karimun jawa, sayang takdir berkata lain. Kondisi lautan tidak memungkinkan untuk menyeberang dari pelabuhan tanjung emas sampai karimun jawa.

Sampai seminggu sebelum libur, saya masih bingung mau kemana, untungnya teman seasrama saya dulu yang mengajak ke pantai ujung genteng yang sayangnya lagi, tiga hari sebelum hari –H, terpaksa batal karena satu dan lain hal. Tapi alhamdulillah akhirnya saya tetap berangkat bersama beberapa orang teman sejurusan, yang kalau dipikir-pikir lagi kami berangkat dengan persiapan yang seadanya.

Libur mulai sabtu, hari jumat saya masih hectic dengan kerjaan. Jadi sampai sore –pun belum menyiapkan apa-apa. Untungnya, teman saya, S, mengajak pacarnya dan pacarnya itu datang ke bandung jam 10an. Jadi masih ada waktu untuk menyiapkan segala sesuatunya. Saya malah sempat les terlebih dahulu pukul 7 hingga 8.30 malam.

Setelah les, saya pulang ke kosan untuk mengambil barang-barang dan langsung cabut dijemput S dan E yang udah mengambil mobil sewaan. Kemudian baru saya ketahui teman saya A, yang juga mau ikutan, baru akan datang dengan travel jam 12an. Hiks… nunggu-nya bikin ngantuk..

Jam 1 kurang, berangkatlah kami semua menuju Ujung Genteng tercinta.😀

Dari Bandung, perhentian pertama adalah Sukabumi. Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 02.30 pagi, berarti Bandung-Sukabumi bisa ditempuh dengan perjalanan kurang lebih 3 jam. Setelah Sukabumi, tujuan kami berikutnya adalah Curug Cikaso di daerah Tegal Buleud, Surade. Kalau perjalanan lancar, harusnya bisa ditempuh sekitar 4jam dari Sukabumi. Dan disinilah saya dan teman-teman mengalami perjalanan yang ‘menakjubkan’.

Berawal dari karakter anak-anak teknik yang lebih percaya pada teknologi, saat teman saya menanyakan jalan pada penduduk sekitar yang ternyata berbeda dengan google map yang dilihat di Hpnya, kami memilih untuk mengikut peta dari pencitraan satelit karya mbah google itu. Dan memang si mbah menunjukkan jalan terpendek, tapi medannya dahsyat na’udzubillah. Setelah sempat slip saat menurun, mobil yang kami gunakan akhirnya terjebak dijalan sempit berbatu. Di depan ‘tanjakan neraka’ dibelakang tanjakan yang awalnya turunan penyebab mobil itu slip. Di kiri sawah di kanan jurang. Teman saya yang menyetir mobil langsung pias dan kami pun bingung. Untungnya kemudian ada penduduk yang sudah berpengalaman menyetir mobil dijalan itu *jago banget tu bapak, pembalap off road juga kalah dah kayaknya.. haha..* yang akhirnya membantu. Dan sekalian saja kami meminta tolong untuk mengantarkan ke curug cikaso.

Ternyata oh ternyata, cikaso itu adalah nama sungai yang memiliki beberapa curug. Dan kami diantarkan ke curug yang paling dekat dengan jalan yang paling ‘beradab’. Curug itu sepertinya bukan objek wisata. Karena disekitarnya tidak ada orang sedang berwisata. Yang ada malah alat-alat berat plus beberapa kuli yang baru selesai bekerja. Ternyata curug itu sedang dibangun untuk pembangkit listrik tenaga air. Wah.. pantas saja tidak ada yang berwisata. Dikemudian hari diketahui bahwa curug itu bernama curug cigangsa *kata bapak-bapak yang jadi pemandu di curug cikaso, tau deh bener atau ngga*.

 

Curug Cikaso Abal-abal (yang sebenarnya katanya curug cigangsa)

Setelah berhasil menemukan jalan yang cukup ‘beradab’, kami pun melanjutkan perjalanan. Kali ini langsung menuju ujung genteng. *sudah rada ilfil sama curug cikaso*. Sekitar pukul empat sore kami tiba di tepi pantai ujung genteng. Setelah mencari spot yang tepat, kami pun memarkir mobil dan bermain-main air hingga maghrib.

 

Bercocok tanam kok di pantai ujung genteng?? haha..
Sunset di Ujung Genteng (plus sandal terbang)

Malamnya kami berencana untuk melihat penyu bertelur, tapi teman saya yang menyetir mobil merasa tidak mood untuk melanjutkan perjalanan karena alasan satu dan lain hal. Akhirnya kami berbalik menuju spot semula dan tidur di mobil dari jam 9 malam hingga keesokan pagi-nya *beuh.. liburan tapi malah ketiduran hingga hampir 12jam* .

Dari ujung genteng ke pangumbahan (tempat penangkaran penyu) berjarak sekita 6km. Oleh karena itu, saya mengusulkan hari itu dihabiskan dengan berjalan kaki ke sana, jadi sore hari-nya kami bisa ikut melepas tukik (anak penyu) yang baru menetas.

Kami berangkat jam 9an, tiba di cibuaya (daerah terakhir yang berpenduduk) jam 11an, setelah makan perbekalan, kembali melanjutkan perjalanan hingga jam 12an. Selama menyusuri pantai tak lupa berfoto-foto dan melihat ombak dan karang yang besar-besar. Di tengah perjalanan, kami menemukan penginapan yang tersembunyi. Sepertinya sedang di renovasi. Kami tanyakan pantai pangumbahan berapa jauh lagi, ternyata sudah dekat. Kami malah diberitahu bahwa dengan berjalan sedikit lagi, akan tiba di pantai ombak tujuh yang terkenal dengan karang-karang yang indah, yang ternyata berjarak 1-2 jam naik mobil *hikss.. itu mah ga sedikit lagi namanya pak.. hadeuu..*

Setelah istirahat sejam-an di sawung penginapan itu, kami melanjutkan perjalanan, dan tiba di sebuah sawung lagi, yang ternyata pos 2 dari Pangumbahan Turtle Park atau tempat penangkaran penyu Pangumbahan. Jam menunjukkan pukul dua, masih 3 jam lagi sebelum para tukik atau anak penyu dilepas. Karena malas bolak-balik, akhirnya kami memutuskan untuk menunggu saja dengan beristirahat di sawung itu.

Jam empat sore, tempat itu mulai ramai. Banyak yang sedang berlibur bersama keluarganya datang ingin melihat proses pelepasan tukik. Pelepasan tersebut dimulai pukul setengah enam sore, saat matahari mulai turun. Masing-masing pengunjung diperbolehkan memegang seekor tukik untuk dilepaskan.

 

Penangkaran Penyu Hijau Pangumbahan

 

Tukik yang baru menetas dan akan dilepas

Setelah melepas tukik, kami pulang ke spot untuk mandi dan makan malam. Awalnya tidak berniat kembali ke pangambuhan untuk melihat penyu bertelur. Tapi nanggung sudah datang, kayaknya rugi juga kalau tidak sekalian melihat penyu bertelur. Maka akhirnya kami balik lagi kesana. Kali ini hanya berempat, karena teman saya yang satu lagi, ingin tinggal saja.

Pukul 10an tiba disana, orang-orang sudah berseliweran di sekitar kantor penangkaran penyu. Kata petugasnya, sudah ada penyu yang datang, tapi kami masih dilarang melihat karena penyu itu sangat sensitif terhadap bunyi dan cahaya. Bisa-bisa mereka balik lagi ke laut dan tidak jadi bertelur

Sekitar pukul 12 kurang, para pengunjung diperbolehkan melihat penyu yang bertelur. Meskipun demikian, saya menyarankan agar berfoto sekadarnya saja. Biar bagaimanapun, penyu adalah binatang yang lemah dan penyendiri. Dikhawatirkan jika merasa terganggu dia akan pindah dan mencari tempat bertelur yang  lain.

 

Penyu Hijau yang berwarna hitam dan baru selesai bertelur

Keesokan harinya, kami berangkat pulang menuju bandung. Tapi sebelumnya mampir dulu di curug cikaso. Kali ini benar-benar curug cikaso.😀 Dan berbekalkan bertanya-tanya pada penduduk sekitar, kami tiba disana jam setengah sembilan. Setelah sarapan pop mie, kami pun bergerak pulang, dan tiba di Bandung (gerbang tol pasteur) jam 6 sore.

 

Curug Cikaso yang sebenarnya
Mejeng dulu sebelum Pulang😀

Tips buat kamu yang ingin road trip ke Ujung genteng:

1. Pastikan mobil kamu tangguh di jalan berliku dan bolong-bolong, (dengan kata lain, sedan udah pasti out of the list :D) jangan lupa cek kondisi mesin, rem, oli, karburator, dan persediaan bensin.

2. Siapkan mental juga buat yang mau nyetir sendiri. Medannya dahsyaat..

3. Kalau berencana menginap di mobil, Satu mobil dengan kapasitas hingga 8 orang, sebaiknya diisi paling banyak lima orang. Kalau ngga, bisa stress ntar.. :p

4. Kalau ingin menggunakan google map, gunakan paling jauh hanya sampai daerah Sagaranten saja, kecuali kamu mau off road dijalan sempit berbatu, dengan tanjakan dan turunan dahsyat, plus kiri kanan jurang atau sawah.

5. Siapkan air minum juga. Minimal 2liter/org/hr.

6. Jangan lebay saat melihat penyu bertelur. Kasihan penyu-nya, bisa stress ntar.

7. Kalau ingin menggunakan jasa guide, pintar-pintarlah menawar. Lebih bagus lagi kalau kamu bisa bahasa sunda.

8. Last but not least, jangan lupa berdoa sebelum berangkat ya..😀

3.

19 responses to this post.

  1. ichaaa, tau icha jadiii, tia ikutannnnn >_<
    daripada nungguin temen tia ga jelaas, mending ikut icha T_T

    Reply

  2. ane belum post ni, belum ada foto2nya.. No photo = HOAX. Hahaha..
    menunggu aplod foto2 dari agan dan aganwati, nanti ane aktifin FB biar ditagin #mau pamer hahahaha.. ato besok uda ada versi kumplit di padjadjaran 54?

    Reply

    • Posted by Hicha Aquino on February 15, 2011 at 7:22 pm

      versi lengkap di stepen, belum ngopy semua.
      iye dah besok InsyaAllah versi ane tak upload. Kalau sekarang koneksi lelet pisann..

      Reply

  3. kalo ada acara lagi, ajak tia ya cha.. males jg tia nunggu2 kawan tia kagaa pasti2.. oke? oke? sekali2 kita trip ber 3 sama nopy.. kemana? pulau komodoooo.. hahahahaha

    Reply

  4. ga ke ombak tujuh??

    Reply

  5. Posted by ratu ima on February 17, 2011 at 3:08 pm

    wuiihhh,,kayanya seru tuh yg jalanan offroad 🙂

    Reply

  6. Posted by wadot on April 29, 2011 at 7:58 pm

    mantaf neh…izin share ya mbak…mo touring ksna nih…

    Reply

  7. Posted by rhifnu on October 7, 2011 at 4:14 am

    klo mau k curug cikasonya lbh enak dan dekat dr arah mn ya

    Reply

  8. kereeennn.. enaknya tinggal di pulau.. (⌣́_⌣̀)

    Reply

  9. pulau besar maksudnya..😛

    Reply

  10. Posted by wibie on February 11, 2012 at 7:31 pm

    wah bagus tuh air terjun nya cocok di buat pelening

    Reply

  11. cikaso lembur pa usup,,,
    jampang kulon,,,

    Reply

  12. You share interesting things here. I think that your page can go
    viral easily, but you must give it initial boost and i know how to do it, just search in google (with quotes) for – “mundillo traffic increase make your website go viral”

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: