Indonesia vs Malaysia

Beberapa hari yang lalu, seperti biasa gw bingung karena ga ada kerjaan. Dan kemudian gw memutuskan buat browsing gambar-gambar bahan-bahan rendang buat dikirim ke Mr&Mrs. Paul. Saat mencari browsing itu, gw rada terheran. Gimana ngga, mbah google menampilkan situs2 malaysia dibagian teratas, seolah rendang itu berasal dari sana. Rasa nasionalis gw muncul entah darimana. Gw ketik di kolom pencarian si mbah sakti itu buat tau darimana sebenarnya makanan yang setau gw udah ada sejak nenek moyang gw masih bayi itu.

And guest what… situs-situs keluaran mbah google justru banyak yang membahas konfrontasi antara kedua negara yang tidak akur ini. Isinya kebanyakan caci maki dan saling menghina yang bikin panas mata pembacanya aja.

Sebagai orang Indonesia, tentu aja gw tersinggung berat ngeliat bangsa gw direndahkan dan dihina-hina begitu. Apalagi mengingat dulunya mereka tidak ada apa-apanya dan justru belajar banyak dari bangsa gw. Tapi gw juga ga suka ngeliat bangsa gw sendiri membalas penghinaan itu dengan menghina dan mencaci maki juga. Ya, kalau kita juga begitu, apa bedanya dengan mereka? Justru memperlihatkan kalau kita seperti bensin yang menambah besar nyala api yang mereka mulai. Bukankah lebih baik kalau kita menjadi air yang menyejukkan dan bermanfaat bagi kehidupan. Tentu bangsa-bangsa lain justru akan menaruh hormat jika kita bisa melawan konfrontasi tersebut dengan lebih elegan.

Ya, tentu akan lebih elegan kalau kita bisa membalas penghinaan mereka, klaim-klaim mereka terhadap budaya kita, dan hal-hal lain yang mungkin jika gw sendiri adalah orang malaysia gw bisa melihat siapa sebenarnya yang mulai duluan, dengan hal-hal yang terhormat. Misalnya mengalahkan mereka di event-event internasional, meningkatkan taraf hidup, menjaga dan memajukan budaya, pariwisata, pendidikan, dan teknologi kita, dan tetap menjadi bangsa yang rendah hati kesudahannya.

Ya, setau gw, bangsa gw itu bukan hanya kaya dari segi jumlah SDM, budaya, maupun alamnya. Tapi juga rendah hati, mengingat selama ini kita tidak pernah mengganggu selama kita tidak diganggu.

Ya, gw yakin kita bisa. Dan itu jauh lebih elegan dan terhormat daripada mencaci maki, di dunia maya pula.

Smangat! Kita pasti bisa! InsyaAllah… Berkahilah Yaa Allah…

Sedikit tambahan, gw merasa tersanjung saat bertemu dengan Mr.&Mrs. Paul dan mereka bercerita bahwa mereka sudah tiga kali ke Indonesia dan berniat untuk datang ke empat kalinya bila ada kesempatan, tapi mereka belum sekali pun ke Malaysia dan tidak menunjukkan ketertarikan untuk kesana. Tuh… orang lain aja tau mana yang lebih baik… J

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: