Me, Rubik’s Cube, n engineering

Dah midnight, hampir tanggal 4. Lagi rehat sejenak dari belajar propulsi buat UTS besok. Haha… mang mahasiswa SKS banget neh… Sistem kebut semalam… ada banyak alibi, alasan atau ntah apalah namanya. Hmm… bukan mau bahas itu kok…

Tau game cube tak? Yah, benernya gw sendiri lupa namanya apa (ternyata namanya Rubik’s Cube), pokoknya kubus yang biasa dipake buat senam otak, terdiri atas kubus-kubus kecil dengan berbagai warna, dan memainkannya dengan menyusunnya hingga kubus-kubus kecil itu berada pada satu sisi untuk masing-masing warna. Jujur aja, gw rada malas maen maenan satu itu, ntah karena intelejensia gw yang pas2an ato mang dah karakter gw yang bosenan. Meskipun gw tau ada cara cepatnya buat nyusun itu kubus2 kecil biar satu warna, tapi tetap aja malas rasanya muter-muter tu kubus, bolak-balikin, bweeeh,,,, malas pisan…

Trus apa yang gw lakuin padahal gw sendiri pengen juga ngeliat tu kubus warnanya ga acak2an? Ya udah, gw bongkar semua dah tu kubus kecil2, trus gw susun lagi secara benar, lebih gampang n cepat kan… meskipun kata tmn2 itu cara yang bar-bar… tapi daripada penasaran… hehe…

Kemudian, beberapa hari yang lalu gw ikut seminarnya pak Diran, itu dosennya dosen gw… dah pensiun n denger2 itu dosen keren banget dah… pas seminar dosen se-keras pak ISP n HarMad aja jadi mati kutu… selain pak Diran, ada juga pak Chairul yang jadi pembicara, nah,,, satu kalimat dari keduanya yang cukup berkesan buat gw. Pak chairul bilang “Seorang scientist mengamati apa yang telah ada, sedangkan seorang engineer menciptakan apa yang belum ada”, gw jadi berpikir tentang Wright bersaudara, Otto Lilienthal, dan Isaac Newton. Dua nama di awal bisa dibilang seorang engineer, mereka mencoba membuat pesawat dengan praktik langsung, bukan melalui analisis mendalam seperti para ilmuwan. Sedangkan Newton adalah seorang ilmuwan. Dia menganalisis fenomena alam dan membuat pemodelan matematikanya. Untuk membahas hukum F=ma aja jadi satu buku Principia. Pokoknya scientist abis dah…

Trus, gw jadi ngeliat ke diri sendiri, jika dihubungkan dengan game cube tadi, berarti gw termasuk engineer dunk… menganalisis cara nyusunnya itu kubus2 mang matematis sekali dan itu bukan cara gw, tapi mencari cara lain yang lebih cepat dan mudah untuk melakukannya adalah engineering bukan? Dan itu yang gw lakukan.

Hmmm… mungkin ini cuma cara gw mencari pembenaran atas sifat bosenan gw dan ke-kurang tekun-an gw. Pembenaran atas kemalasan gw melakukan hal yang sama berulang-ulang (yah… meskipun tentu aja ga sepenuhnya sama, kan pasti ada minimal satu variable yang berbeda, entah itu variabel waktu atau variabel lainnya). Yah,,, apapun itu, beginilah hidup… dan beginilah gw… hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: