My Opinion About THE CURIOUS INCIDENT OF THE DOG IN THE NIGHT TIME BY Mark Haddon

Buku THE CURIOUS INCIDENT OF THE DOG IN THE NIGHT TIME BY Mark Haddon.

Buku ini bercerita dari sudut pandang orang pertama tunggal, yaitu Christopher Boone yang menderita Sindrome Asperger. Karena penyakitnya ini, Christopher menjadi susah untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan lingkungannya. Dia cenderung tidak memiliki emosi dan hampir 100% menyelesaikan masalah dengan logika. Dia juga menyukai segala hal yang terpola dan teratur. Meskipun demikian Christoper adalah anak yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Hal itu dibuktikan dengan Nilai A yang diperoleh untuk ujian Matematika tingkat A yang sebenarnya ditujukan untuk siswa kelas tiga SMA, padahal dia baru berusia lima belas tahun.

Menurutku buku ini bagus. Gaya bahasanya sederhana dan benar-benar tanpa emosi yang merupakan ciri khas penderita sindrome asperger. Awalnya kukira gaya bahasa itu menunjukkan pengarangnya. Dengan kata lain, paling tidak Mark Haddon dulunya penderita sindrom tersebut, tapi kenyataanya, pengarang yang hebat itu bisa memisahkan antara hidup dan karangannya. Jika dibandingkan dengan buku itu, tulisanku belum apa-apa. Karena karakter-karakter pada karanganku selalu mirip bahkan sama dengan karakterku. Aku jadi belajar bagaimana menjadi orang lain dalam tulisan. Suatu saat aku harus bisa membuat cerita dengan karakter yang berbeda dari biasanya.

Selain itu, aku jadi merasa ada beberapa bagian dari Christopher yang mirip aku. Seperti:

v Aku suka segala sesuatu yang teratur, terpola, dan rapi

v Aku suka mual kalau berada di tempat yang terlalu banyak orang

v Aku suka tempat sempit dan gelap, tapi tak suka kekurangan udara.

v Aku waspada terhadap orang asing, meskipun tidak se-paranoid Christopher

v Aku akan menjadi sakit kepala jika terlalu banyak menjadikan sesuatu terpola dan teratur

v Aku suka matematika, fisika, dan astronomi.

Memang tidak sepenuhnya mirip karena aku bukan penderita Sindrome asperger. Tapi, aku jadi berpikir jangan-jangan benar bahwa aku ini setengah autis. Karena beberapa ciri penderita sindrome itu, yang merupakan sejenis autisme, ada padaku. Memang sih aku tidak secerdas Christopher, dan aku juga masih punya perasaan untuk menghargai, mennghormati, dan mencintai sesama manusia, dan aku masih percaya pada Tuhan.

Yah… kalaupun itu benar, nggak pa2 kok. Selama itu tidak merugikan.

Sebenarnya itu menunjukkan kalau aku benar-benar manusia biasa. Karena sejak membaca buku itu aku jadi berpikir, orang yang sakit mental itu bukan karena dia kekurangan. Tapi, karena keadaan otaknya tidak seimbang. Misalnya penderita sindrom asperger, bagian otak tentang logika-nya jauh lebih dominan dibandingkan emosi-nya. Atau penderita skizofrenia, bagian otak tentang khayalannya lebih dominan sehingga dia tidak bisa membedakan mana yang nyata atau hanya sekedar khayalan. Atau eksibisionis, autis, homoseks, neurosis, dan masih banyak lagi.

Kalau dipikir-pikir, Tuhan mencipatkan segala hal dari satu bagian menjadi bagian yang lain. Alam semesta satu bagian dari galaksi-galaksi yang masing-masing menjadi satu bagian dari tata surya, yang masing-masing menjadi satu bagian dari matahari, planet, asteroid, satelit, dan komet. Segalanya seperti itu sampai pada otak manusia. Segalanya harus seimbang agar berjalan sesuai aturan. Jika ia tidak berjalan sesuai aturan maka ada bagian dari kesatuan tersebut yang tidak seimbang. Seperti otak manusia, para penderita penyakit mental tersebut memiliki bagian yang terlalu dominan sehingga ada bagian lain yang menjadi kekurangan. Karena kesatuan itu merupakan 100% dan yang seimbang itu adalah 50:50. Jadi jika ada bagian yang menjadi 60 atau lebih, otomatis akan ada bagian lain yang menjadi 40 atau kurang.

Jadi pada orang normal itu memiliki sebagian jiwa autis, sebagian jiwa eksibis, sebagian jiwa skizofreni, dll. Itulah jawaban mengapa aku memiliki beberapa kesamaan dengan Christopher Boone yang penderita Sindrome Asperger meskipun aku tidak menderita sindrome tersebut. Dengan kata lain aku NORMAL.

Jadi ada beberapa hal yang aku dapat dari buku itu, yaitu:

a) Pengarang harus bisa mendalami karakter yang sedang dikarangnya tetapi tidak menggangngu cara dan ciri khas hidupnya sendiri

b) Setiap manusia punya kekurangan dan kelebihan, jadi jangan menganggap rendah pada orang-orang yang punya sakit jiwa karena dibalik kekurangannya terdapat sesuatu yang kelebihan

c) Bersyukur pada yang Maha Kuasa karena aku dilahirkan sebagai manusia NORMAL

Thanks for Christopher Boone, thanks for Mark Haddon, Thanks for God for open my eyes J

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: