Hicha’s Weblog

It’s all ’bout Hicha&Hicha’s (mind, surrounding, and anything else)

Mimpi dan Kesempatan

Pernah ga lo bermimpi dan sangat terobsesi dengan mimpi itu? tapi keadaan mengatakan lain, kenyataaan menyebutkan bahwa mimpi itu akan tetap menjadi mimpi?

Sebut saja Lintang, anggota Laskar Pelangi, anak jenius dengan mimpi yang tinggi, nyatanya, dia harus tetap dengan keadaan sekarang karena takdir menentukan begitu.

Pelangi

Pelangi

Kemudian ada Chuck Yeager, penembus sound barrier pertama, bermimpi menjadi astronot, tapi takdir mengatakan lain. Dia harus tetap hanya menjadi seorang pilot, tidak dapat menembus atmosfer bumi, hanya karena bukan seorang sarjana.

Chuck Yeager

Chuck Yeager

Mungkin ada banyak kejadian serupa. Seseorang yang memiliki mimpi tapi dipaksa menyerah oleh keadaan. Yah,,, tetap saja kesempatan mengalahkan mimpi2 itu.

Hmmm… Biar bagaimanapun, jangan pernah berhenti bermimpi, karena kita nggak akan pernah tau kesempatan itu akan datang atau tidak, dan juga ngga akan pernah tau kapan kesempatan itu akan datang. Biar waktu yang menjawab,,,

Semangat!! Never give up n Thanks to God about everything happen… (Mohon komennya kalo bahasa inggris gw ini salah… Hehe…)

December 13, 2008 Posted by nesca87 | MindTalk, Yummy | , , , | 2 Comments

Tentang Pak Said

Baru terinsipirasi setelah membaca blog salah seorang teman.

Tentang seorang guru besar bernama Prof Said Djauharsjah Jenie. Kepala BPPT yang kembarannya (Umar Anggara Jenie) mengepalai LIPI. Keduanya mendapatkan rekor dari MURi sebagai pasangan kembar pertama yang mengepalai badan penelitian dan mendapatkan Bintang tanda jasa (lupa gw bintang apaan, tadi liat di blognya senior gw tapi ya itu tadi… lupa!).

Pak Said ini dosen favorit gw waktu TPB. Dari semua kuliah TPB (mulai dari kalkulus yang heuleuh..heuleuh… sampai TTKI yg ampun dah…) mata kuliah yang paling asyik ya PTPN ma KonTek. Gw bener2 dapet sesuatu yang baru tentang teknik penerbangan. Apalagi keliatan kalau beliau bener2 ingin men-transferkan ilmunya. Bener2 pengen bikin mahasiswa buat lebih tau tentang penerbangan. Beliau rela ngajar berjam-jam, ngabisin hari yang harusnya jadi hari liburnya (senin-jumat beliau kerja di Jakarta, padahal rumahnya diBandung) buat ngajar. Terus juga bersedia mengeluarkan uang dari koceknya sendiri buat beli AC di ruangan kuliah supaya mahasiswa jadi lebih betah (ruangan itu 10×10 yang diisi sampai 70 mahasiswa), bahkan mengutip dari blognya temen gw..

Waktu dia baru diangkat jadi kepala BPPT, asistennya pernah nanya kenapa pak Said masih ngajar, bukannya dia dah sibuk… JAwaban si Bapak mantap dah.. dia bilang, kalo dia ga boleh ngajar lagi mendingan dia ga jadi kepala BPPT sekalian..”

tuh… keren banget kan?

Pantes deh kalo anak2 nyebutnya Dewa (bahkan ruangan tempat beliau biasa mengajar disebut ruang dewa, padahal ruangan tersebut ga cuma dipake oleh beliau).

Selamat jalan y Pak Said…

Semoga amal ibadahmu diterima Allah SWT

July 11, 2008 Posted by nesca87 | AnotherInspiring | , | No Comments Yet

Tentang X

Sebut saja namanya X. X ini seorang gadis yang usianya lebih muda beberapa bulan dari aku, tapi dia satu angkatan diatasku. Pertama kali berkenalan, saat aku masih di asrama. Ketika itu aku menempati kamar 1 di lantai 1. Ketika itu pula dia dan keluarganya sedang melihat-lihat asrama untuk dipertimbangkan sebagai tempat tinggal sementara. X dan keluarganya tinggal di sebuah kota kecil 30km dari Bandung, tapi gadis itu kuliah di Bandung, so dah jelas kan kenapa dia melihat-lihat asrama?

Saat pertama kali berkenalan, kalimat yang terlintas di otakku adalah “Subhanallah… cantiknya kakak ini…” ya, X itu cantik sekali, kulit putih, hidung mancung, mata belo, alis tebal dan tulang pipi yang tegas. Bukan hanya kataku, tapi memang banyak yang bilang begitu (terbukti dengan banyaknya cowo yang ngedeketin dia).

Beberapa hari kemudian, X pindah dua kamar di sebelah kamarku. Hubungan pertemananku dengannya selayaknya dengan teman-teman lainnya. Saling berbagi itu biasa kan ya? Dari berbagi makanan sampai berbagi curhatan. Dan dapat kulihat bahwa X itu tidak hanya cantik, tapi juga baik dan pekerja keras. Sampai kemudian, di asrama diputuskan untuk mengisi kamar yang semestinya tidak satu orang perkamar menjadi sebagaimana mestinya. Aku dan X sepakat untuk mengisi kamar dilantai empat bersama.

Selama satu kamar itu, terlihat semuanya mulai dari sisi baik sampai buruk, karena memang tidak ada manusia yang sempurna. Mungkin aku pernah membuatnya kesal, begitupun sebaliknya. Tapi Alhamdulillah sampai kita keluar dari asrama pun hubungan kita tetap baik.

Aku belajar banyak hal dari dia. Tentang ikhlas dan sabar, ketulusan hati, dan kesungguhan dalam melakukan sesuatu. Satu hal yang paling aku ingat adalah ketika aku tertidur tanpa selimut (Bandung masih terlalu dingin untuk tidur tanpa selimut), dia selalu menyelimutiku.

Sampai saat ini kita masih sering berbagi cerita, meski sudah tidak sekamar lagi. Entah itu via sms, atau bertemu langsung di asrama atau masjid Salman. InsyaAllah, dalam waktu dekat ini X akan wisuda dan mungkin akan menghadapi dunia yang sebenarnya. Selamat ya X… Semoga Allah mempermudah segala urusanmu dan semakin mempererat silaturrahim ini. Amiin…

July 3, 2008 Posted by nesca87 | AnotherInspiring | , | 3 Comments